Review Buku Petualangan di Pulau Seram, Enid Blyton

petualangan di pulau suram
Judul: Petualangan di Pulau Suram

Penulis: Enid Blyton

Tahun: 1944 (terbitan pertama)

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Para tokoh: Phillip, Dinah, Jack, Lucy, Bill Smugs, Bibi Polly

Siapa suka baca bukunya Enid Blyton? Beliau adalah penulis legendaris yang sudah menulis banyak banget buku. Biasanya teman-teman familiar dengan cerita Lima Sekawan, bukan? Namun seri petualangan juga tak kalah asyiknya.

Di novel seri petualangan buku pertama yakni ‘Petualangan di Pulau Suram’ diceritakan awal kisah bagaimana Jack bisa bertemu dengan Phillip. Ceritanya, Phillip sedang belajar dengan gurunya karena dia sempat tertinggal pelajaran. Namun enggak asyik banget karena teman sekelasnya enggak sefrekuensi alias enggak nyambung diajak ngobrol.

Biar enggak bosan, Phillips jalan-jalan setelah belajar dan dia kaget mengapa ada suara tetapi enggak ada orangnya? Ternyata itu suara Kiki sang burung kakaktua. Jack, pemilik Kiki, datang sambil berkenalan. Mereka langsung akrab karena sama-sama suka binatang. Bedanya, kalau Jack terobsesi dengan berbagai jenis burung di dunia.

Jack belajar juga, sama dengan Phillips. Namun ia ditemani adiknya, Lucy Ann. Mereka berdua yatim piatu dan tinggal dengan sang paman. Sayang pamannya galak banget. Sang paman sedang sakit lalu meminta agar Jack dan Lucy Ann tetap tinggal bersama sang guru selama liburan.

Phillips punya ide, bagaimana jika Jack dan Lucy Ann ikut pulang ke Craggy Tops? Jack penasaran karena Craggy Tops rumah milik Bibi Polly, bibinya Phillips, yang letaknya di dekat pantai. Di sana banyak burung yang bisa ia amati dengan bahagia.

Oh ya, kalau Phillips anak yatim dan tinggal bersama paman dan bibinya (selama liburan karena sekolahnya di asrama), karena sang ibu bekerja di tempat yang jauh. Kok jadi mellow baca bagian ini.

Contents

Berangkat ke Craggy Tops

Akhirnya Phillips mengajak Jack dan Lucy Ann untuk pulang ke Craggy Tops naik kereta api. Di sana Jack dan Lucy Ann berkenalan dengan Dinah, adik Phillip. Bibi Polly awalnya keberatan karena ada 2 tamu tak diundang, apalagi ada burung kakaktua yang usil.

Namun ia mau menerima mereka karena ternyata Kiki sang burung pandai mengambil hati Bibi Polly. Apalagi pamannya Jack dan Lucy Ann tak mempermasalahkan ketika mereka berada di Craggy Tops. Sedangkan sang guru mentransfer biaya hidup Jack dan Lucy Ann (dari pamannya) ke Bibi Polly.

Petualangan di Craggy Tops

Craggy Tops adalah rumah tua di tepi pantai dan masih alami sekali. Namun kelemahannya, jauh sekali dari toko. Jadi kalau mau belanja harus pergi ke kota sebulan sekali atau dua kali. Sayuran ditanam oleh pembantu Bibi Polly yang bernama Jojo.

Jojo digambarkan sebagai pria yang judes dan ia tak mau anak-anak berkeliaran di pantai. Jack dkk malah sering mengusili Jojo dan menganggapnya setengah gila.

Ketika Jack dan kawan-kawannya berjalan-jalan maka mereka kesasar ke sebuah gua dan ternyata ada lorong rahasia yang masih tersambung ke gudang penyimpanan makanan milik Bibi Polly. Jack merasa seru sekali karena ia suka misteri dan petualangan.

Pulau Suram

Jack makin penasaran karena ada Pulau Suram di dekat Craggy Tops dan sayangnya ia tidak punya perahu. Ada sih perahu kayu punya Jojo tetapi jelas ia tidak dipinjami.

Padahal Jack penasaran karena katanya di Pulau Suram ada burung Auk besar yang sudah lama punah. Ia ingin memotretnya lalu memamerkannya di sekolah. Jack dan Phillip melihat ada sinyal lampu di sana lalu makin yakin kalau pulau itu masih ada penghuninya.

Bertemu Bill Smugs

Ketika Jack dkk jalan-jalan, mereka berkenalan dengan Bill Smugs. Pria yang ramah dan sedang liburan di dekat Craggy Tops. Asyiknya, Bill punya mobil, jadi mereka nebeng untuk belanja ke kota.

Bill juga punya perahu dan Jack kegirangan karena ia dan Phillip diajak berperahu, bahkan diajari cara mendayung yang benar. Namun Bill meminta agar mereka jangan datang ke Pulau Suram karena dikelilingi oleh karang-karang tajam yang berbahaya.

Akankah Jack melanggar janjinya dan berhasil datang ke Pulau Suram? Baca sendiri yuk.

Buku ini menarik sekali karena adrenalin terpompa dan para pembaca ikut merasakan petualangan para remaja menuju Pulau Suram. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, kembali jadi ABG yang penasaran mencoba hal baru.

Teman-teman wajib baca ini ya karena seru dan asyik banget. Kalau karya Enid Blyton sih udah enggak usah dipertanyakan lagi kualitasnya, pasti bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *