Lebih Baik Mana Membeli Rumah di Desa atau Di Kota?

Lebih baik mana, membeli rumah di desa atau di kota?

Keponakan saya bertanya kepada ibunya saat melakukan perjalanan dengan mobil pribadi di sebuah pedesaan. Mengapa dia bertanya seperti itu? Saat ini kakak ipar saya sekeluarga tinggal di Kota Surabaya jadi pantaslah jika pertanyaan tersebut terlontar darinya.

Meskipun saat ini tinggal di kota besar, sebenarnya kakak ipar saya ingin sekali tinggal di desa. Sayangnya pekerjaan suaminya yang seorang pelaut mengharuskan kakak saya tinggal di Kota Surabaya. Mengapa? Tentu saja agar suaminya tidak terlalu jauh jika pulang ke rumah setelah berlabuh.

Saya sebenarnya lahir di Kota Malang, tetapi harus ikut suami untuk tinggal di desa. Awalnya saya merasa aneh karena tidak ada mall dan toko-toko besar terkenal seperti di Kota Malang. Namun sekarang saya sudah terbiasa dengan kehidupan dan situasi di desa yang memang berbeda dengan kota.

Nah, keputusan untuk membeli rumah di desa atau di kota sangat tergantung pada preferensi pribadi, kebutuhan, dan gaya hidup Anda. Setiap pilihan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Berikut adalah beberapa pertimbangan yang perlu Anda pikirkan:

Contents

Alasan Membeli Rumah di Desa

Biasanya kebanyakan orang membeli rumah di desa dengan alasan berikut.

Lingkungan yang Tenang

Desa cenderung memiliki suasana yang lebih tenang dan damai, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk perkotaan. Jika Anda menyukai ketenangan dan kedamaian, desa bisa menjadi pilihan yang tepat. Tinggal di desa selama lebih dari 10 tahun membuat saya kerasan di desa. 

Harga Properti Lebih Terjangkau

Umumnya, properti di desa memiliki harga yang lebih rendah daripada di kota. Anda mungkin bisa mendapatkan rumah yang lebih besar dan lahan yang luas dengan anggaran yang sama seperti di kota. Harga properti yang terjangkau ini bisa dijadikan investasi loh, hehe.

Lingkungan Alami

Jika Anda menyukai alam dan kehidupan di pedesaan, desa menawarkan akses yang lebih mudah ke alam, udara segar, dan keindahan alam. Seperti di belakang rumah saya yang masih ada persawahan sehingga kalau pagi bisa joging sambil menyapa tetangga yang bekerja di sawah.

Komunitas yang Lebih Kecil

Di desa, Anda mungkin merasa lebih dekat dengan tetangga dan mendapatkan perasaan kebersamaan yang lebih kuat. Meskipun hal ini tidak bisa digeneralisasikan ya karena ada juga tetangga julid yang bikin kita jauh dari tetangga. Hal tersebut membuat kita lebih nyaman tinggal di rumah daripada ngerumpi dengan tetangga.

Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Membeli Rumah di Desa

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika membeli rumah di desa:

Aksesibilitas

Desa umumnya memiliki akses terbatas terhadap fasilitas dan layanan umum dibandingkan dengan kota. Jika Anda membutuhkan akses mudah ke rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, atau tempat hiburan, ini mungkin menjadi kendala.

Peluang Pekerjaan

Jika pekerjaan Anda terkait dengan kota atau membutuhkan kesempatan kerja yang luas, tinggal di desa mungkin membuat Anda harus menghadapi perjalanan yang lebih lama ke tempat kerja. Seperti saya saat ini yang harus menempuh perjalanan 1-1,5 jam jika ada rapat di kantor. Kebetulan pekerjaan bisa saya kerjakan secara remote jadi tidak harus ngantor. Apa jadinya jika harus pulang-pergi dari desa ke kota? Capek banget kali.

Alasan Membeli Rumah di Kota

Beberapa orang yang ingin membeli rumah di kota (salah satunya saya), biasanya karena alasan berikut.

Aksesibilitas dan Fasilitas

Kota menawarkan akses lebih mudah ke berbagai fasilitas, termasuk rumah sakit, sekolah, universitas, pusat perbelanjaan, restoran, tempat hiburan, dan lainnya. Ingin ke mall tidak harus menempuh perjalanan jauh, ingin ke Gramedia atau toko buku juga dekat, gerai makanan terkenal pun banyak pilihan jika tinggal di kota.

Peluang Pekerjaan

Biasanya, kota menawarkan peluang pekerjaan yang lebih banyak dan beragam, sehingga memudahkan untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi dan minat Anda.

Transportasi

Di kota, tersedia berbagai pilihan transportasi umum yang memudahkan mobilitas Anda tanpa perlu memiliki kendaraan pribadi. Khususnya ojek online nih yang di desa tuh susah banget untuk membuat orderan, hiks. Di kota bisa bermacam-macam jenis ojek online mulai dari yang murah hingga yang mahal. 

Pertimbangan Negatif yang Harus Diperhatikan jika Memilih Rumah di Kota

Namun, ada beberapa pertimbangan negatif tentang tinggal di kota:

Harga Properti yang Lebih Tinggi

Properti di kota umumnya lebih mahal daripada di desa, sehingga Anda mungkin harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk ukuran rumah yang sama.

Kepadatan Populasi

Kota seringkali lebih padat penduduknya, yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas dan keramaian. Jika tidak terpaksa memang sebaiknya tinggal di desa lah ya karena tidak ada macet (kecuali ada truk terguling), dan jika malam bisa mendengarkan suara jangkrik.

Kebisingan dan Polusi

Kota biasanya lebih berisik dan terpapar polusi udara yang lebih tinggi dibandingkan desa. Bagaimana tidak? Jumlah kendaraan bermotor yang bikin macet aja sudah bikin polusi. Belum pabrik-pabrik besar yang tentu saja polusi suara dan udaranya tak perlu diragukan lagi.

Namun, dalam memutuskan apakah akan membeli rumah di desa atau di kota, pertimbangkan gaya hidup Anda, preferensi pribadi, kebutuhan harian, dan prioritas Anda dalam hal lingkungan dan fasilitas yang diinginkan.

Jika memang perlu bantuan dalam menentukan berapa jumlah kemampuan Anda pada umumnya untuk melakukan kredit kepemilikan rumah (KPR), bisa banget memanfaatkan website Mortgage Calculator atau Kalkulator Hipotek.

kalkulator hipotek

Kalkulator Hipotek juga dapat digunakan juga untuk membandingkan biaya, tingkat suku bunga pinjaman, jadwal pembayaran, atau membantu menghitung jangka waktu peminjaman misal dengan menambahkan jumlah uang muka.
Di website Mortgage Calculator beberapa fitur yang bisa kita gunakan, salah satunya adalah Kalkulator Pembayaran Hipotek dengan Amortisasi.
Amortisasi adalah sebuah prosedur dalam akuntansi yang digunakan untuk mengurangi nilai biaya dengan membayarkan biaya pokok dan bunga secara bertahap (https://www.ocbcnisp.com/)
kalkulator hipotek
Kegunaan kalkulator ini untuk mencari tahu pembayaran pinjaman bulanan Anda untuk pinjaman suku bunga tetap atau bunga saja. Anda bisa menjadwalkan perubahan suku bunga di masa mendatang dalam perhitungan Anda, sehingga kita dapat melihat bagaimana pembayaran pinjaman akan berubah jika suku bunga naik. Jika tarif turun, Anda tentu saja dapat melakukan perhitungan ulang dengan tarif yang lebih rendah ketika periode perkenalan tetap telah berakhir.
Di website kalkulator hipotek ini juga diberitahukan cara menghitung secara manual. Tapi kayaknya ya lebih cepat pakai kalkulatornya aja sehingga perhitungan juga lebih pratis dan hemat waktu.
Tidak hanya itu, pada laman tersebut juga dijelaskan dengan rinci dan lengkap tentang pengertian amortisasi, hipotek, dan istilah lain yang mungkin baru kita kenal dalam dunia properti.
Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Referensi:
https://www.ocbcnisp.com/id/article/2023/01/05/amortisasi-adalah

22 thoughts on “Lebih Baik Mana Membeli Rumah di Desa atau Di Kota?

  1. Terima kasih atas tipsnya mak, aku suka deh kalo tinggal di lingkungan desa, sebab rumah aku sekarang di daerah perbatasan, cuma yah itu sering banjir, maklum dekat siring gede, kebun sayuran dll

  2. Sekalipun anak2 cucu bunda sdh masuk Univ. tp bundavseringkali bertanya kpd anak2 bunda apkh sdh mantap tinggal di wilayah ini dimana akses internet, transportasi boleh dibilang masih susah. Apa tak ada keinginan utk pindah ke perkotaan? Mereka semua terdiam. Diam ini menunjukkan apa? Pindah ke kota or tetap di wilayah yg agak perkampungan. Md2an pilihannya kelak yang pertama.

  3. Lokasi rumah sangat menentukan karena tak lepas dari kebutuhan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari ya Mbak. Di kota memang lebih enak menurutku karena semua fasilitas, terutama fasilitas kesehatan. Tapi jika kebutuhannya adalah tinggal di desa, ya asik juga sih punya rumah di lingkungan yang masih asri dan segala semua kelebihan yang telah disebutkan di atas. Yang jelas, dimanapun akan membeli rumah, ada kalkulator untuk menghitung semua biayanya ya 🙂

  4. Emang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hidup sih ya milih rumah tuh. Aku pribadi pengennya di kota tapi bukan di ibu kota sih. Enak kayanya kalau semacam di Solo atau Malang gitu. Daerahnya bukan desa, masih termasuk kota, tapi harga properti masih terhitung lebih murah dibanding ibu kota lah yaa

  5. Pasti ada plus minusnya ya beli rumah dimanapun, tapi yang paling penting kalo beli rumah harus banyak pertimbangan, salah satunya harus sesuai dengan budget. Menarik juga Ini kita bisa hitung pake kalkulator hipotek kl mau beli rumah, cukup membantu sekali

  6. Semua ada plus minus ya, entah beli rumah di desa atau di kota. Tapi yang jd pertimbangan buat saya saat inj memang akses pelayanan kesehatan sih. Walau tinggal di kawasan padat penduduk, tapi mau kemana2 gampang termasuj berobat. Tentu ini semua kembali ke masing2 org ya.

  7. Kalo sekarang ni sih memoloh di kota ya karena akses sekolah anak2 dan lerjaan.lebih dekat. Fasilitas lainnya pun lebih lengkap di kota tapi pengen juga nanti pensiun tinggal di kota kecil yg jauh dr hingar bingar kota

  8. Aku pengin yg suasana desa gituuu kalau ada rezekinya tapi nggak mau terlalu jauh dari tempat anak2 tinggal nantinya
    Kalau boleh meminta ya Allah amiin. Hehe.
    Nyari peluang kerja yg bukan kota, baru merintis nih aku mba . Noted poin2nnya membuka mata akuuu. Makasih ya mba

  9. Kalau untuk aku yang ingin punya rumah untuk masa tua sih pilih di desa ya, karena penginnya jauh dari hingar bingar ibu kota sih. Investasi sekarang tuh bakalan tumbuh terus sih, jadi penasaran pengin ngitung budget yang harus dimiliki jika ingin membeli rumah saat ini.

  10. Kalau kata seorang teman : tinggal di desa itu murah biaya hidupnya, tapi mahal biaya mentalnya hahaha.
    Ya ini terkait dengan sistem guyub di pedesaan yang bagi sebagian orang kadang terasa menabrak batas-batas privasi.
    Saya sendiri asalnya orang desa mblusuk, tapi sejak merantau tinggal berpindah2 di beberapa kota, entah itu kota besar ataupun kota kecil.
    Jadi sepakat sih dengan tulisan di atas, tinggal di desa ataupun di kota itu plus minus. Eh, kalau beli rumah di desa bisa pakai sistem KPR ga ya??

  11. Kalo aku pengennya punya rumah di desa, tapi keduanya memang ada kelebihan dan kekurangannya yaa, yang penting jaman sekarang kalo mau beli rumah di kota punn ga perlu khawatir, bisa ngecek2 dulu tuuh pake kalkulator hipotek. Biar tahu dan bisa menentukan berapa jumlah kemampuan pada umumnya untuk melakukan kredit kepemilikan rumah.
    Btw makasih infonyaa yaa..

  12. Aku senang tinggal di kota, karena akses ke berbagai fasilitasnya lengkap. Tapi aku juga punya harapan bisa punya rumah di desa yang lingkungannya lebih tenang, bebas polusi. Keduanya mau di kota atau desa sama-sama punya kelebihan dan kekurangan, ya. Jika ingin tinggal di desa, perlu dipertimbangkan soal pekerjaan. Sekarang banyak pekerjaan remote yang bisa dilakukan jarak jauh. Tapi di desa kadang koneksi internetnya masih susah. Haha.

  13. Kalau aku, lebih suka tinggal di kota sih
    Btw menarik juga ya Montage calculator ini, jadi bisa mulai menghitung biaya pembangunan rumah

  14. Aku beli di desa tapi alhamdulillah ada KRL, alasannya kalau beli di kota udah jauh dari dompet huhu. Tapi kyknya kalau punya uang dan ada kesempatan beli di kota aku pengen di apartemen aja, gak di rumah tapak.
    Coba deh ya iseng2 ngitung kalau beli properti di area yang aku pengenin berapa duit hehe, thanks infonya.

  15. Aku pribadi, ngebanyain hidup tua di desa dengan suasana asri. Cuma kalau nanti bakal hidup di kota, kayanya gak papa juga sih. Tinggal hitung mana baiknya sama pasangan nanti

  16. Lebih baik punya rumah di desa tapi penghasilan kayak di kota hihihi.. tinggal di desa tuh bagus buat kesehatan jiwa, jadi bisa jadi pilihan.. at least setelah pensiun

  17. Tapi pengen sih punya rumah lagi di kampung aku tu. Kalau nanti sudah pensiun, pengen menikmati hawa pedesaan kayaknya seru kan ya.
    Sekarang beli rumah even untuk investasi atau hunian memang harus bener-bener pakai perhitungan matang. Kalau nggak, takut kaya temenku yang akhirnya merasa keberatan bayar cicilan bulanannya.
    Dan ternyata bisa dicek dulu via Mortgage Calculator ya.

  18. biasanya yang pengen punya rumah di desa ini buat masa pensiunnya ya, mbak biar bisa menjalani pensiun dengan tenang dan nyaman. tiap lokasi rumah punya plus minus masing-masing yaa tinggal pertimbangan orangnya aja mau beli di mana

  19. saya kalau disuruh milih beli rumah di kota atau desa, kalau sudah tua seperti ini saya lebih memilih desa mbak. sebab ingin sekali punya halaman luas, kebun luas dan hening. Kayaknya enak gitu punya rumah di desa, gak mikirin lagi kebisingan dan bisa memetik sayur dan buah dair kebun sendiri

  20. kalau di desa mungkin karena suasananya nyaman, udaranya fresh jadi banyak yang pengen pensiun di desa. kalau di kota kan polusi dan ramai. Tetapi sebenarnya kadang kehdiupan di desa itu malah kompetiti juga lo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *